KEGIATAN SINKRONISASI ESTRUS PADA SAPI MADURA

Dinas Peternakan Kabupaten Pamekasan mengadakan Kegiatan Sinkronisasi Estrus (Penyerantakan Birahi) pada sapi Madura dimana pelaksanaannya berlangsung mulai tanggal 4 Oktober 2011 sampai dengan 14 Oktober 2011. Kegiatan Sinkronisasi Estrus ini bertujuan memanipulasi siklus estrus (siklus birahi) untuk menimbulkan gejala estrus dan ovulasi pada ternak sapi secara bersamaan sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan Inseminasi Buatan dan efisiensi deteksi estrus. Sinkronisasi Estrus diaplikasikan untuk memperbaiki reproduktivitas sapi yang bertujuan mencapai Reproduksi Optimum (jarak beranak /Calving Interval optimum dengan kisaran 12-15 bulan).

 

Kegiatan Sinkronisasi ini dialokasikan pada daerah sumber bibit yaitu di Kecamatan Pakong, Kecamatan Waru dan Kecamatan Pasean. Sasarannya adalah Akseptor IB yang mengalami gangguan reproduksi seperti CLP (Corpus lutheum Persistent) dan Hipo Fungsi. Adapun jadwal Pelaksanaannya di Kecamatan Pasean pada tanggal 4 – 5 Oktober 2011 di 4 desa, yaitu : desa Dempo Barat, Desa Dempo Timur, Desa Bindang, dan Desa Tlonto Raja. Pelaksanaan di Kecamatan Waru pada tanggal 6-11 Oktober 2011 di Desa Waru Timur, Desa Waru Barat, Desa Tagangser Laok dan Desa Tlonto Ares. Sedangkan untuk Kecamatan Pakong pada tanggal 12,13 dan 17 Oktober 2011 di Desa Bajang, Desa Cen-lecen, Desa Bicorong, Desa Lebek, Desa Seddur, dan Desa Klompang Timur.  

Sapi Madura yang diSinkronisasi Estrus berjumlah 25 ekor tiap desa, sehingga dilakukan seleksi terlebih dahulu mengingat tingginya respon masyarakat dan persediaan hormon yang terbatas. Akseptor yang diutamakan adalah Akseptor yang mengalami gangguan reproduksi dan tidak dalam keadaan bunting. Sinkronisasi estrus dilakukan dengan pemberian hormon Prostaglandin F2α yang berfungsi untuk melisiskan Corpus luteum dan menginduksi regresi Corpus luteum sehingga menimbulkan gejala birahi pada sapi.

Adapun Manfaat Sinkronisasi Estrus yaitu :
1. Optimalisasi dan Efisiensi Pelaksanaan IB.
Dengan teknik ini pelaksanaan IB dapat dilakukan secara massal. Kombinasi sinkronisasi estrus dan Inseminasi Buatan pada sapi bertujuan untuk meningkatkan mutu genetis, efisiensi pelaksanaan Inseminasi Buatan, adanya kelahiran pedet yang relatif sama umurnya dan meniadakan deteksi estrus.
2. Mengatasi Masalah Kesulitan Pengenalan Birahi.
Subestrus atau birahi tenang yang umum terjadi pada sapi potong dapat diatasi dengan teknik sinkronisasi estrus.
3. Mengatasi Masalah Reproduksi tertentu, misalnya anestrus post partum (anestrus pasca beranak).
4. Fasilitasi Program Perkawinan Dini Pasca Beranak (early post partum breeding) pada sapi potong.
Teknik ini dapat digunakan untuk mempercepat birahi kembali pasca beranak, pemendekkan days open (hari-hari kosong) dan pemendekan jarak beranak.

Inseminaasi Buatan tidak bisa dilakukan langsung setelah pemberian hormon prostaglandin F2α . Dibutuhkan waktu 2-4 hari atau hingga timbul gejala birahi. Setelah timbul gejala birahi maka Petugas Inseminator mendatangani Peternak untuk melakukan Inseminasi Buatan.

Adanya Kegiatan sinkronisasi estrus ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja reproduksi sapi Madura, meningkatkan produktivitas sapi Madura, meningkatkan penghasilan peternak, meningkatkan jumlah Akseptor IB, dan membantu program pemerintah dalam swasembada daging Tahun 2014, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat diadakan secara berkelanjutan di tahun- tahun berikutnya .

You are here: Home Berita KEGIATAN SINKRONISASI ESTRUS PADA SAPI MADURA